Metro Exodus

Para penggemar seri permainan Metro pasti antusias dengan perilisan Metro Exodus. Pasalnya seri teranyar dari Metro ini hadir dengan membawa segudang fitur baru yang berbeda dari pendahulunya. Mulai dari perubahan konsep full first person shooter (fps) based menjadi fps semi open-world hingga perluasan latar yang tidak hanya berfokus di Moscow.

Dengan tidak hanya berfokus di Moscow, Anda akan bertemu beragam faksi-faksi manusia yang juga selamat dari kiamat kecil. Tentunya faksi ini akan menjadi musuh selain mutant yang harus Anda hadapi. Hal menarik lain dari perluasan latar dalam permainan ini adalah akan ada banyak tempat dengan beragam nuansa.

Bersyukurlah bagi Anda yang memiliki PC dengan dukungan real time ray-tracing. Karena game ini sudah mendukung fitur tersebut sehingga akan menghasilkan grafis yang memukau. Lantas bagaimana penerapan real time ray-tracing pada game ini dan perbedaannya dari permainan lain. Berikut ini telah kami siapkan informasinya untuk Anda.

Real Time Ray-Tracing, Ambisi Nvidia Yang Belum Berjalan Optimal

Real time ray-tracing adalah upaya Nvidia dalam menghadirkan pengalaman bermain optimal bagi pengguna PC. Dengan meningkatkan performa kartu grafis pada PC dengan teknologi RTX, sebuah game dapat memberikan tampilan selayaknya dunia nyata. Namun hingga kini, ambisi Nvidia tersebut belum sepenuhnya terwujud. Sebut saja seperti penerapannya dalam permainan Battlefield V.

Penerapan RTX dalam Battlefield V belum banyak memberi pengaruh pada gameplay. Bukan berarti visual Battlefield V dengan mengaktifkan real time ray-tracing tidak bagus. Hanya saja penerapan teknologi peningkatan grafis di game ini belum seoptimal pada Metro Exodus. Battlefield V masih hanya berfokus pada refleksi.

Begitu pula pada permainan lain. Sebut saja seperti Shadow of The Tomb Raider yang hingga saat ini masih belum menerapkan teknologi ini. Padahal, dukungan RTX pada game memang sangat meningkatkan pengalaman bermain khususnya dalam kualitas visual. Apalagi dengan penerapan seperti pada game yang sedang kita bahas sekarang ini.

Teknologi RTX Pada Metro Exodus Berfokus Pada Penempatan Cahaya

Jika Battlefield V berupaya begitu keras dalam menunjukkan refleksi, berbeda dengan seri teranyar Metro ini. Dibanding memfokuskan pada refleksi, 4A Games lebih menaruh perhatian pada penempatan komposisi cahaya. Peletakan cahaya dan bayangan yang dihasilkan berkat RTX begitu luar biasa. Sehingga pencahayaan dalam game ini akan benar-benar memukau Anda.

Perhatian 4A Games yang terfokus pada cahaya seakan menguatkan keinginan mereka untuk menonjolkan latar baru dari game ini. 4A Games seakan hendak membuktikan bahwa mereka bukan hanya bisa mengembangkan game dengan dinding besi dan ruangan-ruangan gelap. Namun dunia yang luas dengan beragam kondisi pencahayaan juga bisa mereka wujudkan.

Anda akan dapat dengan mudah melihat perbedaan ketika fitur real time ray-tracing dalam game ini dihidupkan. Terlebih penempatan komposisi cahaya yang dihasilkan bukan hanya berpengaruh pada kualitas gelap terang. Melainkan pula pada efek yang dihasilkan pada objek lain di sekitar.

Baca juga: Memahami Misi Game The Cycle Untuk Meraih Kemenangan

Dengan pencahayaan realistis yang dihasilkan melalui fitur ini, tak heran jika Anda akan sangat menikmati setiap cutscene dalam permainan ini. Bahkan mungkin dalam beberapa bagian, Anda akan merasa seperti menonton sebuah film dengan dibintangi aktor asli. Pencahayaan yang begitu baik juga akan membuat pemandangan di daerah tertentu menjadi semakin mengagumkan.

Meskipun teknologi RTX dalam game ini tidak difokuskan pada refleksi, justru menimbulkan efek yang lebih optimal dalam pengalaman bermain Anda. Sehingga bukan hanya bisa menikmati permainan dengan visual yang lebih memanjakan mata, fitur real time ray-tracing di game ini membuat cutscene dalam Metro Exodus begitu sayang untuk diabaikan.

Game Online PC